Kamis, 03 April 2014

MODUL 4

MODUL 4
PERANCANGAN E-R DIAGRAM
MENGGUNAKAN DBDESIGNER
A.    Tujuan
1.      Saya mampu merancang basis data melalui tahap-tahap perancangannya.
2.      Mahasiswa mampu mewujudkan hasil perancangan basis data ke dalam diagram E-R menggunakan DBDesigner.
B.     Landasan Teori
Database dapat dimodelkan sebagai:
1.      Kumpulan dari entity (entitas)
2.      Hubungan antar entity (entitas)
ü  Entity Sets
Entity adalah suatu obyek yang dapat dikenali dari obyek yang lain. Contoh: seseorang yang khusus, perusahaan, tanaman, dan lain-lain.
ü  Attributes
Entity ditampilkan oleh sekumpulan attribute, yang mana properti deskriptipnya dikuasai oleh seluruh anggota dalam kumpulan entity.
Tipe attribute:
1.      Sederhana dan gabungan attribute
2.      Satu fungsi dan multi fungsi
3.       Asal attribute
ü  Relationship Sets
Relationship adalah kesesuaian antar beberapa entity. Relationship set adalah hubungan matematika antara entity n > 2, tiap bagiannya diambil dari satuan entity.
ü  Tingkatan Relationship Sets
Mengacu pada jumlah entity set yang terlibat dalam relationship set. Relationship sets yang melibatkan dua entity sets adalah binary (atau tingkat dua). Umumnya hampir semua relationship set dalam sistem database adalah binary.
ü  Mapping Cardinalities (Cardinalitas Pemetaan)
Menangkap jumlah entitas ke entitas yang lain yang bisa dihubungkan melalui relationship set. Cardinalitas pemetaan paling banyak digunakan dalam menggambarkan relationship sets biner. Untuk relationship set biner cardinalitas pemetaan harus merupakan salah satudari tipe berikut:
1.      One to one (satu ke satu)
2.      One to many (satu ke banyak)
3.      Many to one (banyak ke satu)
4.      Many to many (banyak ke banyak)
ü  ERD: Entity Relationship Diagram
Mencerminkan model database: hubungan antara entities (tabel-tabel) dan relationships (hubungan-hubungan) di antara entities tersebut.
1.        Rectangles melambangkan set-set entitas.
2.        Diamonds
3.   Lines menghubungkan atribut dengan set-set entitas serta set-set entitas dengan set-set hubungan (relationship).
4.        Ellipses mewakili attributes.
ü  Aturan untuk Model Database
1.      Tiap baris harus berdiri sendiri.
2.      Tiap baris harus unik.
3.      Kolom harus berdiri sendiri.
4.      Nilai tiap kolom harus berupa satu kesatuan.
ü  Tahap Pembuatan Database
1.      Tahap 1: Tentukan Entities
Sifat-sifat entity:
a.       Signifikan
b.      Umum
c.       Fundamental
d.      Unitary
2.      Tahap 2: Tentukan Atribut
Tentukan attributes (sifat-sifat) masing-masing entity sesuai kebutuhan database:
a.       Tentukan sifat-sifat (fields atau kolom) yang dimiliki tiap entity, serta tipe datanya.
b.      Attribute yang sesuai harus:
1.      Signifikan
2.      Bersifat langsung
c.        Tentukan attribute yang menjadi Primary Key untuk entity yang bersangkutan.
d.      Jika satu attribute tidak cukup, gabungan beberapa attribute bisa menjadi Composite Primary Key.
e.       Jika Composite Primary Key banyak sebaiknya menambahkan attribute buatan yang menjadi Primary Key yang tunggal.
3.      Tahap 3: Tentukan Relationships
Menentukan hubungan-hubungan antar entitas:
a.       Tentukan jenis hubungan di antara entity yang satu dengan entitas yang lain.
b.      Macam hubungan ada 3:
1.      One to one (1:1)
2.      One to many (1:n)
3.      Many to many (m:n)
c.       Dalam membentuk hubungan di antara 2 entitas, tentukan attribute nama yang digunakan untuk menghubungkan kedua entitas tersebut.
d.      Tentukan entity mana yang menjadi tabel utama dan mana yang menjadi tabel kedua.
e.       Attribute (dari tabel utama) yang menghubungkannya dengan tabel kedua menjadi Foreign Key di tabel kedua.
4.      Tahap 4: Pembuatan ERD
a.       Buat Entity Relationship Diagram (ERD) berdasarkan hasil dari Tahap 1-3.
b.      Ada berbagai macam notasi untuk pembuatan ERD.
c.       Menggunakan software khusus untuk menggambar ERD.
5.      Tahap 5: Proses normalisasi database
6.      Tahap 6: Implementasi Database
C.    Alat dan Bahan
1.      Komputer
2.      Program aplikasi DBDesigner
3.      Modul praktikum sistem basis data
D.    Langkah-langkah Praktikum
1.      Menggambar ER Diagram dengan menggunakan DB Designer:
a.       Jalankan program aplikasi DB Designer.
b.      Klik button new table  kemudian klik pada area kerja sehingga akan menghasilkan tabel baru.
c.       Double klik pada tabel baru untuk membuka tabel editor, ganti nama pada table name dengan nama nasabah, kemudian isikan atribut tabel dengan data seperti pada langkah berikutnya yaitu sebagai berikut:
Coloumn Name
Data Type
Id_nasabah
Interger
nama_nasabah
Varchar (45)
alamat_nasabah
Varchar (225)
d.      Klik pada coloumn name id_nasabah untuk mengeset id_nasabah menjadi primary key sehingga berubah menjadi .
e.       Klik ikon check untuk menutup table editor sehingga tabel nasabah menjadi:

f.       Lakukan langkah b sampai e untuk membuat tabel rekening,cabang_bank dan transaksi.
g.      Setelah semua tabel dibuat, hubungkan setiap tabel dengan tabel lain dengan button sebagai berikut: 
Button
Fungsi Relationship
1:n (one to many)
1:1 (one to one)
N:m (many to many)
h.      Ubah nama relationship dengan membuka relationship editor, sehingga setelah selesai hasil akhir menjadi seperti berikut:

E.     Analisa
Dari percobaan di atas, dapat saya simpulkan bahwa DB Designer adalah program aplikasi yang dibuat secara khusus untuk merancang desain database yang meliputi entitas beserta atribut-atributnya dan relasi yang terjadi di antara entitas tersebut. Untuk relasi dari one to one (1:1) digambarkan dengan bangun berbentuk diamond berwarna putih, relasi one to many (1:n) digambarkan dengan bangun berbentuk diamond berwarna putih dan hitam, dan relasi many to many (n:m) digambarkan dengan bangun berbentuk diamond berwarna hitam. Untuk relasi many to many akan muncul tabel baru di antara kedua entitas yang dihubungkan

MODUL 3

MODUL 3
PERANCANGAN BASIS DATA
MENGGUNAKAN E-R DIAGRAM MANUAL

Tujuan
1.      Mahasiswa mampu merancang basis data melalui tahap-tahap perancangannya.
2.      Mahasiswa mampu mewujudkan hasil perancangan basis data ke dalam diagram E-R secara manual.

Dasar Teori
Database dapat dimodelkan sebagai:
1.      Kumpulan dari entity (entitas)
2.      Hubungan antar entity (entitas)
 > Entity Sets
Entity adalah suatu obyek yang dapat dikenali dari obyek yang lain.
Contoh : seseorang yang khusus, perusahaan, peristiwa, tanaman, dan lain-lain. Entity mempunyai attribute, contoh : seseorang mempunyai nama dan alamat. Kumpulan entity adalah suatu kumpulan entity dengan tipe yang sama yang berbagi properti yang sama pula. Contoh : kumpulan orang, perusahaan, tanaman, tempat hiburan, dan lain-lain.
 > Attributes
Entity ditampilkan oleh sekumpulan attribute, yang mana properti deskriptifnya dikuasai oleh seluruh anggota dalam kumpulan entity.
Tipe attribute:
1.      Simple (sederhana) dan composite (gabungan) attributes.
2.      Single-valued (satu-fungsi) dan multi-valued (multi-fungsi) attributes. Contoh : attribute multi-fungsi : nomor telephone.
3.      Derived (asal) attributes : dapat diperhitungkan dari attribute lain.
Contoh : umur, tanggal kelahiran.
 > Relationship Sets
Relationship adalah kesesuaian antar beberapa entity. Relationship set adalah hubungan matematika antara entity n>2, tiap bagiannya diambil dari satuan entity {(e1, e2, … en) | e1 € E1, e2 € E2, …, en € En} dimana (e1, e2, …, en) adalah relationship.
Attribute dapat merupakan property dari relationship set.
 > Tingkatan Relationship Set
Mengacu pada jumlah entity sets yang terlibat dalam relationship set. Relationship sets yang melibatkan dua entity sets adalah binary (atau tingkat dua).
Umumnya, hampir semua relationship sets dalam system database adalah binary.
Relationship sets mungkin melibatkan lebih dari dua entity sets.
Contoh : misal seorang pegawai bank bekerja (bertanggung jawab) dalam beberapa cabang, dengan tugas yang berlainan dalam setiap cabang yang berlainan pula. Maka di sini terdapat relationship set ternary antara entity sets pegawai (employee), tugas (job) dan cabang (branch).
Relationships antara lebih dari dua entity sets sangat jarang. 
 > Mapping Cardinalities (Cardinalitas Pemetaan)
Mengungkap jumlah entitas ke entitas yang lain bisa dihubungkan melalui relationship set. Cardinalitas pemetaan paling banyak digunakan dalam menggambarkan relationship set biner. Untuk relationship set biner cardinalitas pemetaan harus merupakan salah satu tipe berikut:
1.      One to one (satu ke satu)
2.      One to many (satu ke banyak)
3.      Many to one (banyak ke satu)
4.      Many to many (banyak ke banyak) 
·         ERD : Entity Relationship Diagram
Mencerminkan model database: hubungan antara entities (table-tabel) dan relationships (hubungan-hubungan) diantara entities tersebut.
 > Aturan untuk Model Database
 1. Tiap baris harus berdiri sendiri (independent): tidak tergantung baris-baris yang lain, dan urutan baris tidak    mempengaruhi model database.
 2. Tiap baris harus unik: tidak boleh ada 2 atau lebih baris yang sama.
 3. Kolom harus berdiri sendiri (independent): tidak tergantung kolom-kolom yang lain, dan urutan kolom tidak mempengaruhi model database.
4. Nilai tiap kolom harus berupa satu kesatuan: tidak berupa sebuah daftar.

Alat dan Bahan
1.       Komputer dengan system operasi Windows 7
2.       Modul praktikum Sistem Berkas dan Basis Data
3.       Internet
4.       Aplikasi DBDesigner 4
 
Langkah Praktikum
 
Rancangan sebuah basis data untuk menyelesaikan masalah berikut :
Suatu perusahaan software diminta membuatkan basis data yang akan digunakan menangani data-data perbankan. Data-data yang akan ditangani adalah data pribadi mengenai nasabah, data account deposit yang dimiliki oleh nasabah, cabang bank dimana nasabah membuka depositnya, dan data transaksi yang dilakukan nasabah. Nasabah boleh mempunyai lebih dari satu account deposit, dan satu account deposit boleh dimiliki oleh lebih dari satu nasabah sekaligus (joint account).
Langkah perancangan :
1.       Menentukan entitas basis data
a.       Nasabah, menyimpan semua data pribadi semua nasabah
b.      Rekening, menyimpan informasi semua rekening yang telah dibuka
c.       Cabang_bank, menyimpan informasi mengenai cabang bank
d.      Transaksi, menyimpan semua informasi transaksi yang terjadi
2.       Menentukan atribut
a.       Nasabah
·         Id_nasabah, integer (PK)
·         Nama_nasabah, varchar(45)
·         Alamat_nasabah, varchar(255)
b.      Rekening
·         No_rekening, interger (PK)
·         Pin, varchar(10)
·         Saldo, integer
c.       Cabang_bank
·         Kode_cabang, varchar(10) (PK)
·         Nama_cabang, varchar(20)
·         Alamat_cabang, varchar(255)
d.      Transaksi
·         No_transaksi, integer (PK)
·         Jenis_transaksi, varchar(10)
·         Tanggal, date
·         Jumlah, integer
3.       Menentukan relasi
a.       Nasabah to Rekening (many to many)
b.      Nasabah to Traksaksi (one to many)
c.       Cabang_bank to Rekening (one to many)
d.      Rekening to Transaksi (one to many)
 
Tugas
Ambil contoh sembarang database
Buatlah rancangan ER Diagram manual database