Kamis, 12 Juni 2014

MODUL 10

A. Tujuan
Mahasiswa mampu menggunakan select statements beserta options-nya untuk mencari, mengolah, dan menampilkan data yang ada di basis data sesuai dengan kebutuhannya.
B. Dasar Teori
IN
Contoh:
• SELECT* FROM rekening WHERE kode_cabang IN (‘BRUM’, ‘BRUL’);
NOT IN
Contoh:
• SELECT* FROM rekening WHERE kode_cabang NOT IN (‘BRUS’, ‘BRUM’);
BETWEEN
Contoh:
• SELECT* FROM rekening WHERE saldo BETWEEN 500000 AND 1000000;
NOT BETWEEN
Contoh:
• SELECT* FROM rekening WHERE saldo NOT BETWEEN 500000 AND 1000000;
AGGREGATE FUNCTIONS
Fungsi-fungsi untuk aggregate:
• MIN( )
• Digunakan untuk mencari nilai terkecil dari sekumpulan record.
Contoh:
SELECT MIN(saldo) FROM rekening;
• MAX( )
• Digunakan untuk mencari nilai terbesar dari sekumpulan record.
Contoh:
SELECT MAX(saldo) FROM rekening;
• COUNT( )
• Digunakan untuk menghitung banyaknya record.
Contoh:
SELECT COUNT(nama_nasabah) FROM nasabah;
• SUM( )
• Digunakan untuk menjumlahkan nilai-nilai dari sekumpulan record.
Contoh:
SELECT SUM(saldo) FROM rekening;
• AVG( )
• Digunakan untuk menghitung rata-rata nilai dari sekumpulan record.
Contoh:
SELECT AVG(saldo) FROM rekening;
GROUP BY
• Digunakan untuk mengelompokkan sekumpulan record berdasarkan (kolom-kolom) tertentu.
Contoh:
- SELECT jenis_transaksi FROM transaksi GROUP BY jenis_transaksi;
HAVING
• Merupakan pasangan dari GROUP BY, digunakan untuk membatasi kelompok yang ditampilkan:
- SELECT jenis_transaksi, tanggal FROM transaski GROUP BY jenis_transaksi, tanggal HAVING jenis_transaksi=’kredit’;
GROUP BY dan AGGREGATE
• GROUP BY sangat cocok untuk aggregate functions. Dengan menggunakan GROUP BY, kita bisa mengelompokkan record-record dan menghitung min, max, count, sum dan avg untuk masing-masing kelompok.
Contoh:
- SELECT kode_cabang, MIN(saldo), MAX(saldo), COUNT(*), SUM(saldo), AVG(saldo) FROM rekening GROUP BY kode_cabang;
C. Alat dan Bahan
1. Komputer dengan sistem operasi Windows 7.
2. Program aplikasi PostgreSQL 9.3.
3. Modul Praktikum Sistem Basis Data.
D. Langkah Kerja
1. Tampilkan nama nasabah, jenis transaksi, dan rata-rata jumlah transaksi (dalam rupiah) untuk tiap nasabah yang telah melakukan transaksi dan diurutkan berdasarkan rata-rata jumlah transaksi dengan kode berikut:
SELECT nasabah.nama_nasabah AS “Nama Nasabah”, transaksi.jenis_transaksi AS “Jenis Transaksi”, AVG(transaksi.jumlah) AS “Rata-rata (Rp)” FROM transaksi, nasabah WHERE nasabah.id_nasabah=transaksi.id_nasabahFK GROUP BY nasabah.nama_nasabah, transaksi.jenis_transaksi ORDER BY “Rata-rata (Rp)”;
1

2. Tampilkan nama nasabah, jenis transaksi, banyaknya transaksi, dan total jumlah transaksi (dalam rupiah) untuk tiap nasabah yang telah melakukan transaksi debit pada bulan Desember 2009 dan diurutkan berdasarkan total jumlah transaksi dari yang terbesar sampai terkecil dengan kode berikut:
SELECT nasabah.nama_nasabah AS “Nama Nasabah”, transaksi.jenis_transaksi AS “Jenis Transaksi”, COUNT(transaksi.jumlah) AS “Jumlah Transaksi”, SUM(transaksi.jumlah) AS “Jumlah (Rp)” FROM transaksi, nasabah WHERE nasabah.id_nasabah=transaksi.id_nasabahFK GROUP BY nasabah.nama_nasabah, transaksi.jenis_transaksi ORDER BY “Jumlah Transaksi” DESC;
2

3. Tampilkan nama cabang bank, jenis transaksi, total jumlah transaksi (dalam rupiah), dan banyaknya transaksi yang telah dilayani oleh tiap cabang bank dan diurutkan berdasarkan nama cabang bank dan jenis transaksi dengan kode berikut:
SELECT cabang_bank.nama_cabang AS “Nama Cabang”, transaksi.jenis_transaksi AS “Jenis Transaksi”, SUM(transaksi.jumlah) AS “Jumlah (Rp)”, COUNT(transaksi.jumlah) AS “Jumlah Transaksi” FROM transaksi, cabang_bank, rekening WHERE cabang_bank.kode_cabang=rekening.kode_cabangFK AND rekening.no_rekening=transaksi.no_rekeningFK GROUP BY cabang_bank.nama_cabang, transaksi.jenis_transaksi ORDER BY cabang_bank.nama_cabang, transaksi.jenis_transaksi;
3

4. Tampilkan nama cabang bank, jenis transaksi, dan rata-rata jumlah transaksi (dalam rupiah) untuk semua transaksi yang memiliki rata-rata jumlah transaksi di atas Rp 100.000 dan diurutkan berdasarkan nama cabang ban dengan kode berikut:
SELECT cabang_bank.nama_cabang AS “Nama Cabang”, transaksi.jenis_transaksi AS “Jenis Transaksi”, AVG(transaksi.jumlah) AS “Rata-rata (Rp)” FROM transaksi, cabang_bank, rekening GROUP BY cabang_bank.nama_cabang, transaksi.jenis_transaksi, rekening.kode_cabangFK, cabang_bank.kode_cabang, transaksi.no_rekeningFK, rekening.no_rekening HAVING rekening.kode_cabangFK=cabang_bank.kode_cabang AND transaksi.no_rekeningFK=rekening.no_rekening AND AVG(transaksi.jumlah) > 100000 ORDER BY cabang_bank.nama_cabang;
4

5. Tampilkan nama nasabah dan banyaknya transaksi yang telah dilayani oleh Bank Rut Unit Surakarta dari 15 November 2009 sampai 1 Desember 2009 dan diurutkan berdasarkan nama nasabah dengan kode berikut:
SELECT nasabah.nama_nasabah AS “Nama Nasabah”, COUNT(transaksi.jumlah) AS “Jumlah Transaksi” FROM transaksi, cabang_bank, rekening, nasabah WHERE rekening.kode_cabangFK=cabang_bank.kode_cabang AND transaksi.no_rekeningFK=rekening.no_rekening AND transaksi.id_nasabahFK=nasabah.id_nasabah AND transaksi.tanggal BETWEEN ‘2009-11-15’ AND ‘2009-12-1’ AND cabang_bank.nama_cabang=’Bank Rut Unit Surakarta’ GROUP BY nasabah.nama_nasabah ORDER BY nasabah.nama_nasabah;
5

E. Analisa
Dari praktikum di atas, dapat saya tarik kesimpulan bahwa untuk menampilkan record-record tertentu ada beberapa alternatif perintah yang digunakan. Jadi, kita bisa memilih perintah mana yang akan digunakan tergantung kebutuhan dan efektivitas.
F. Tugas
1. Tampilkan jumlah transaksi yang ditangani oleh masing-masing cabang bank!
6

2. Tampilkan nama nasabah dan jumlah saldo yang memiliki saldo antara Rp 500.000 sampai Rp 2.000.000!
7

3. Tampilkan nama nasabah, tanggal transaksi, dan jumlah transaksi dalam Rp di mana jumlah transaksi di atas Rp 100.000 dan urutkan berdasarkan jumlah transaksi dari yang besar ke yang kecil!
8

MODUL 9

A. Tujuan
Mahasiswa mampu menggunakan select statement beserta options-a untuk mencari, mengolah, dan menampilkan data yang ada di basis data sesuai kebutuhan.
B. Landasan Teori
• IN
Contoh
- SELECT*FROM rekening WHERE kode_cabang IN (‘BRUM’,’BRUL’);
Perintah SQL diatas sama dengan :
- SELECT*FROM rekening WHERE kode_cabang = ‘BRUM’ OR kode_cabang = ‘BRUL’;
Tidak ada batas banyaknya nilai yang bisa ada di dalam IN (….)
• NOT IN
Contoh
- SELECT*FROM rekening WHERE kode_cabang NOT IN (‘BRUS’,’BRUL’)
Nilai NULL tidak akan tampil dalam IN dan NOT IN.
• BETWEEN
Contoh
- SELECT*FROM rekening WHERE saldo BETWEEN 500000 AND 1000000;
Nilai yang pertama dalam BETWEEN harus lebih kecil dari nilai yang kedua.
• NOT BETWEEN
Contoh
- SELECT*FROM rekening WHERE saldo NOT BETWEEN 500000 AND 1000000;
• AGGREGATE FUNCTION
Fungsi-fungsi untuk aggregate :
MIN ( )
Digunakan untuk mencari nilai terkecil dari sekumpulan record.
Contoh
- SELECT MIN (saldo) FROM rekening;
Bisa dibatasi dengan WHERE clause sehingga hanya record tertentu yang ditelusuri :
- SELECT MIN (Saldo) FROM rekening WHERE kode_cabang=’BRUS’;
MAX ( )
Digunakan untuk mencari nilai terbesar dari sekumpulan record.
Contoh
- SELECT MAX (saldo) FROM rekening;
Bisa dibatasi dengan WHERE clause :
- SELECT MAX (Saldo) FROM rekening WHERE kode_cabang=’BRUS’;
COUNT ( )
Digunakan untuk menghitung banyaknya record.
Contoh
- SELECT COUNT (*) FROM nasabah;
- SELECT COUNT(nama_nasabah) FROM nasabah;
- SELECT COUNT (alamat_nasabah) FROM nasabah;
Bisa dibatasi dengan WHERE clause.
Jika kita ingin menghitung record yang unik (tidak ada pengulangan) maka gunakan DISTINCT.
- SELECT COUNT (DISTINCT alamat_nasabah) FFROM nasabah;
SUM ( )
Digunakan untuk menjumlahakan nilai-nilai dari sekumpulan record.
Contoh
- SELECT SUM(saldo)FROM rekening;
Bisa dibatasi dengan WHERE clause.
AVG ( )
Digunaakn untuk menghitung rata-rata nilai dari sekumpulan record.
Contoh
- SELECT AVG (saldo) FROM rekening;
Bisa dibatasi dengan WHERE clause.
Beberapa aggregate functions bisa digabungkan dalam satu perintah SQL :
- SEELCT MIN(saldo), MAX (saldo), AVG (saldo) FROM rekening;
Bisa menggunakan Column Alias (AS) untuk membuat tampilan lebih professional.
• GROUP BY
Digunakan untuk mengelompokkan sekumpulan record berdasarkan (kolom-kolom) tertentu.
Contoh
- SELECT jenis_transaksi FROM transaksi GROUP BY jenis_transaksi;
• HAVING
Merupakan pasangan dari GROUP BY, digunakan untuk membatasi yang ditampikan.
Contoh
- SELECT jenis_transaksi, tanggal FROM transaksi GROUP BY jenis_transaksi, tanggal HAVING jenis_transaksi-‘kredit’;
Jika menggunakan HAVING, maka pembatasan dilakukan setelah dikelompokkan dalam GROUP BY.
ijJika menggunakan WHERE, maka pembatasan dilakukan sebelum hasil dikelompokkan dalam GROUP BY.
• GROUP BY dan AGGREGATE
GROUP BY sangat cocok untuk aggregate functions. Dengan menggunakan GROUP BY, kita bisa mengelompokkan record-record dan menghitung min, max, count, sum, dan avg untuk masing-masing kelompok.
- SELECT kode_cabang, MIN(saldo), MAX(saldo), COUNT(*), SUM(saldo), AVG(saldo) FROM rekening GROUP BY kode_cabang;
Bisa digabungkan dengan tabel join dan ORDER BY.
- SELECT nama_cabang, SUM(saldo) FROM rekening NATURAL JOIN cabang_bank GROUP BY nama_cabang ORDER BY nama_cabang;
C. Alat dan Bahan
1. Komputer
2. Program aplikasi postgreeSQL 9.2
3. Modul praktikum sistem basis data
D. Langkah-langkah Praktikum
1. Menampilkan tanggal transaksi, jenis transaksi, dan jumlah transaksi untuk semua transaksi yang dilakukan oleh Sutopo dan Canka Lokananta dan diurutkan berdasarkan tanggal transaksi, dengan kode berikut :
SELECT transaksi.tanggal, transaksi.jenis_transaksi, transaksi.jumlah FROM nasabah, transaksi WHERE nasabah.id_nasabah=transaksi.id-nasabahFK AND nasabah.nama_nasabah IN (‘Sutopo’,’Canka Lokananta’) ORDER BY transaksi.tanggal;
1
2. Menampilkan tanggal transaksi, nama nasabah, jenis transaksi, dan jumlah transaksi untuk semua transaksi yang terjadi dari 15 november sampai 20 November 2009 dan diurutkan berdasarkan tanggal transaksi dan nama nasabah dengan kode berikut :
SELECT transaksi.tanggal, nasabah.nama_nasabah, transaksi.jenis_transaksi, transaksi.jumlah FROM transaksi, nasabah WHERE transaksi.tanggal BETWEEN ‘2009-11-15’ AND ‘2009-11-20’ AND nasabah.id_nasabah=transaksi.id_nasabahFK ORDER BY transaksi.tanggal, nasabah.nama_nasabah;
2
3. Menampilkan jenis transaksi dan total jumlah transaksi (dalam rupiah) untuk tiap jenis transaksi dan diurutkan berdasarkan jenis transaksi dengan kode berikut :
SELECT transaksi.jenis_transaksi AS “Jenis Transaksi”, SUM(jumlah) AS “Jumlah (Rp)” FROM transaksi GROUP BY transaksi.jenis_transaksi ORDER BY transaksi.jenis_transaksi;
3
4. Menampilkan jenis transaksi, jumlah transaksi yang terbesar serta terkecil untuk tiap jenis transaksi dan diurutkan berdasarkan jenis transaksi dengan kode berikut :
SELECT jenis_transaksi AS “Jenis Transaksi”, MAX(jumlah) AS “Transaksi Terbesar”, MIN(jumlah) AS “Transaksi Terkecil” FROM transaksi GROUP BY transaksi.jenis_transaksi ORDER BY transaksi.jenis_transaksi;
4
5. Menampilkan jenis transaksi, total jumlah transaksi (dalam rupiah), dan banayaknya transaksi yang tercatat untuk tiap jenis transaksi yang terjadi sebelum bulan Desember dan diurutkan berdasarkan jenis transaksi dengan kode berikut :
SELECT jenis_transaksi AS “Jenis Transaksi”, SUM(jumlah) AS “Jumlah (Rp)”, COUNT(jumlah) AS “Jumlah Transaksi” FROM transaksi WHERE tanggal BETWEEN ‘2009-11-1’ AND ‘2009-11-30’ GROUP BY transaksi.jenis_transaksi ORDER BY transaksi.jenis_transaksi;
5
E. Analisa
Pada percobaan kali ini kita bisa mengenal dan menggunakan lebih banyak macam select statement beserta option-nya, seperti IN, NOT IN, BETWEEN, NOT BETWEEN, AGGREGATE FUNCTIONS (MIN, MAX. COUNT, SUM, AVG), GROUP BY, HAVING. Fungsi dari select statement tersebut sudah saya jelaskan pada landasan teori di atas.
GROUP BY sangat cocok untuk aggregate function. Dengan menggunakan GROUP BY, kita bisa mengelompokkan record-record dan menghitung min, max, count, sum, dan avg untuk masing-masing kelompok. GROUP BY dan aggregate function juga bisa digabungkan dengan tabel join dan ORDER BY. Semua select statement tersebut akan lebuh memudahkan kita dalam mengelola database.
F. Tugas
1. Tampilkan jenis transaksi, jumlah transaksi dalam Rp dan total transaksi untuk nasabah yang bernama akhiran ‘Kartika Padmasari’ untuk masing-masing jenis transaksi!
6

2. Berapa jumlah total saldo yang dimiliki oleh Maryati?
7

MODUL 8

Tujuan
  1. Mahasiswa mampu menggunakan instruksi Create Table dan options-nya menggunakan PostgreSQL untuk membuat tabel-tabel basis data sesuai kebutuhan.
  2. Mahasiswa mampu memasukkan records ke dalam tabel-tabel basis data.
Dasar Teori
SELECT STATEMENTS digunakan untuk menentukan atau memilih data yang akan ditampilkan ketika melakukanquery terhadap basis data. Struktur select statements  di PostgreSQL adalah sebagai berikut:
SELECT [ALL] | DISTINCT [ON (expression) [, ...] ) ] ]
*| expression [ AS output_name ] [, ...]
[ FROM from_item [, ...] ]
[ WHERE condition ]
[ GROUP BY expression [, ...] ]
[ HAVING condition [, ...] ]
[ { UNION | INTERSECT | EXCEPT } [ ALL ] select ]
[ ORDER BY expression [ ASC | DESC | USING operator ] [, ...] ]
[ FOR UPDATE [ OF tablename [, ...] ] ]
[ LIMIT { count | ALL } ]
[ OFFSET start ]
Contoh SELECT:
  • Untuk melihat semua kolom dari suatu tabel:
SELECT* FROM nasabah;
  • Untuk melihat kolom (-kolom) tertentu:
SELECT nama_nasabah FROM nasabah;
SELECT id_nasabah, nama_nasabah FROM nasabah;
  • Secara umum:
SELECT FROM ;
v  Column Alias (AS)
  • AS digunakan untuk mengganti nama kolom pada tampilan SELECT.
Contoh:
-          SELECT nama_nasabah AS “Nama Nasabah” FROM nasabah;
-          SELECT nama_nasabah AS “Nasabah”, alamat_nasabah AS “Alamat Nasabah” FROM nasabah;
v  WHERE
  • Digunakan untuk membatasi hasil SELECT yang ditampilkan berdasarkan kondisi yang ditentukan.
Contoh:
-          SELECT nama_nasabah FROM nasabah WHERE nama_nasabah=’Ali Topan’ ;
-          SELECT nama_nasabah, alamat_nasabah FROM nasabah WHERE id_nasabah=2;
  • Bisa menggunakan >, <, < > (atau !=), >=, <=
  • Gunakan AND atau OR untuk lebih dari satu kondisi:
-          SELECT* FROM nasabah WHERE nama_nasabah = ‘Rina Marsudi’ AND alamat_nasabah = ‘Jl. Kusumanegara 30’;
-          SELECT* FROM nasabah WHERE nama_nasabah = ‘Ali Topan’ OR id_nasabah=2;
v  Pencarian NULL
  • Gunakan IS NULL untuk mencari NULL:
-          SELECT* FROM rekening WHERE kode_cabang IS NULL;
  • Gunakan IS NOT NULL untuk mencari yang tidak NULL:
-          SELECT* FROM rekening WHERE kode_cabang IS NOT NULL;
v  Pencarian String
  • Gunakan LIKE untuk mencari string tertentu:
-          SELECT* FROM nasabah WHERE nama_nasabah LIKE ‘Ali Topan’;
  • Bisa menggunakan %:
-          SELECT* FROM nasabah WHERE alamat_nasabah LIKE ‘%negara%’;
  • Bisa menggunakan _ untuk 1 huruf:
-          SELECT* FROM nasabah WHERE nama_nasabah LIKE ‘Ali T_p_n’;
  • Untuk pencarian yang case insensitive (tidak mempedulikan huruf besar atau kecil), gunakan ILIKE:
-          SELECT* FROM nasabah WHERE nama_nasabah ILIKE ‘%marsudi’;
v  ORDER BY
  • Digunakan untuk mengurutkan hasil SELECT.
  • Untuk mengurutkan dari kecil ke besar:
-          SELECT* FROM nasabah ORDER BY nama_nasabah;
  • Untuk mengurutkan dari besar ke kecil:
-          SELECT* FROM nasabah ORDER BY nama_nasabah DESC;
  • Perhatian: jika ada WHERE, maka ORDER BY ditaruh sesudah WHERE.
  • Untuk melakukan pengurutan lebih dari satu kolom, pisahkan dengan tanda koma:
-          SELECT* FROM nasabah_has_rekening ORDER BY no_rekening, id_nasabah;
  • Bisa menentukan DESC untuk kolom (-kolom) tertentu, misalnya:
-          SELECT* FROM nasabah_has_rekening ORDER BY no_rekening, id_nasabah DESC;
-          SELECT* FROM nasabah_has_rekening ORDER BY no_rekening DESC, id_nasabah;
v  LIMIT & OFFSET
  • Digunakan untuk membatasi jumlah baris yang ditampilkan dalam SELECT.
Contoh: Hanya menampilkan 3 baris pertama:
-          SELECT* FROM nasabah ORDER BY id_nasabah LIMIT 3;
Menampilkan 2 baris setelah melewati 2 baris pertama:
-          SELECT* FROM nasabah ORDER BY id_nasabah LIMIT 2 OFFSET 2;
  • Perhatian: penggunaan LIMIT sebaiknya selalu digunakan bersama dengan ORDER BY, sehingga urutan yang ditampilkan akan selalu konsisten.
  • LIMIT dan OFFSET sangat berguna dalam tampilan yang berbasis web (melalui web browser dengan menggunakan PHP atau JSP) agar tampilan data tidak terlalu besar dan bisa lebih rapi. Tampilan data yang banyak bisa diatur dan dibagi menjadi beberapa halaman (pages).
v  TABLE JOIN
Macam tabel join:
  • Cross Join
-          Menggabungkan semua record dari tabel pertama dengan semua record di tabel kedua.
-          Banyaknya record dari cross join = jumlah record tabel pertama x jumlah record tabel kedua.
Contoh:
ü  SELECT* FROM rekening CROSS JOIN cabang_bank;
  • Inner Join
-          Menggabungkan dua (atau lebih) tabel berdasarkan attribute penghubung.
-          Metode 1:
ü  SELECT* FROM rekening INNER JOIN cabang_bank USING(kode_cabang);
-          Metode 2:
ü  SELECT* FROM rekening INNER JOIN cabang_bank ON rekening.kode_cabang = cabang_bank.kode_cabang;
-          Metode 3:
ü  SELECT* FROM rekening NATURAL INNER JOIN cabang_bank;
-          Metode 4:
ü  SELECT* FROM rekening, cabang_bank WHERE rekening.kode_cabang = cabang_bank.kode_cabang;
-          Perhatian: untuk INNER JOIN, kita dapat menghilangkan kata ‘INNER’. Jadi, cukup dengan kata ‘JOIN’ saja.
-          Dengan metode 4, jika kolo yang ingin ditampilkan ada di lebih dari 2 tabel, maka harus menentukan tabel mana yang diinginkan.
Contoh:
ü  SELECT nasabah.id_nasabah, nama_nasabah, no_rekening FROM nasabah, nasabah_has_rekening WHERE nasabah.id_nasabah = nasabah_has_rekening.id_nasabah;
Table Alias
-          Untuk kemudahan penulisan SQL, kita bisa membuat table alias.
Contoh:
ü  SELECT* FROM nasabah A, nasabah_has_rekening B WHERE A.id_nasabah = B.id_nasabah;
ü  SELECT* FROM A.id_nasabah, nama_nasabah, no_rekening FROM nasabah A, nasabah_has_rekening B WHERE A.id_nasabah = B.id_nasabah;
Distinct
-          Dalam table join, kadang-kadang ada informasi yang berulang. Untuk menghilangkan pengulangan tersebut, gunakan DISTINCT.
Contoh:
ü  SELECT DISTINCT nama_nasabah, alamat_nasabah FROM nasabah NATURAL JOIN nasabah_has_rekening;
-          Perhatikan perbedaan dengan berikut:
ü  SELECT nama_nasabah, alamat_nasabah FROM nasabah NATURAL JOIN nasabah_has_rekening;
  • Right Outer Join
-          Menampilkan hasil join tabel pertama (sisi kiri) dengan tabel kedua (sisi kanan), serta semua record di tabel kedua (sisi kanan/right):
ü  SELECT* FROM rekening NATURAL RIGHT OUTER JOIN cabang_bank;
-          Ketiga metode pertama yang telah disebutkan untuk INNER JOIN juga berlaku untuk RIGHT OUTER JOIN, yaitu dengan menggunakan USING, ON, atau NATURAL.
  • Left Outer Join
-          Menampilkan hasil join tabel pertama (sisi kiri) dengan tabel kedua (sisi kanan), serta semua record di tabel pertama (sisi kiri/left):
ü  SELECT* FROM rekening NATURAL LEFT OUTER JOIN cabang_bank;
-          Ketiga metode yang telah disebutkan untuk RIGHT OUTER JOIN juga berlaku untuk LEFT OUTER JOIN, yaitu dengan menggunakan USING, ON, atau NATURAL.
  • Full Outer Join
-          Menampilkan hasil join tabel pertama dengan tabel kedua, serta semua record di tabel tersebut:
ü  SELECT* FROM rekening NATURAL FULL OUTER JOIN cabang_bank;
-          Ketiga metode yang telah disebutkan untuk LEFT/RIGHT OUTER JOIN juga berlaku untuk FULL OUTER JOIN, yaitu dengan menggunakan USING, ON, atau NATURAL.
  • Outer Join
-          Untuk LEFT OUTER JOIN, RIGHT OUTER JOIN, dan FULL OUTER JOIN, bisa menghilangkan kata ‘OUTER’. Jadi, cukup menggunakan LEFT JOIN, RIGHT JOIN, atau FULL JOIN saja.
v  Inner Join vs. Outer Join
  • Dalam Inner Join: yang ditampilkan hanyalah hasil dari table join yang berhasil, yaitu semua record yang berhubungan di kedua tabel yang digabungkan.
  • Dalam Outer Join: selain menampilkan hasil dari Inner Join, Outer Join juga menampilkan semua recordyang tidak berhubungan di kedua tabel yang digabungkan.
v  Multiple Joins
  • Untuk lebih dari 2 tabel, tinggal diteruskan saja JOINnya. Misalnya:
-          SELECT* FROM nasabah NATURAL JOIN nasabah_has_rekening NATURAL JOIN rekening;
  • Cara lain:
-          SELECT* FROM nasabah A, nasabah_has_rekening B, rekening C where A.id_nasabah = B.id_nasabah AND B.no_rekening = C.no_rekening;
  • Jika melakukan multiple join (lebih dari 2 tabel), harus memperhatikan urutan join. Urutan table join perlu mengikuti alur relationship yang tertera di ER Diagram.
  • Oleh karena itu, sebaiknya menggunakan ER Diagram agar bisa menghasilkan table join yang benar.
  1. Alat dan Bahan
  2. Komputer dengan sistem operasi Windows 7.
  3. Program aplikasi PostgreSQL.
  4. Modul Praktikum Sistem Basis Data.
  5. Langkah Kerja
  6. Tampilkan nama nasabah, nomor rekening, pin, dan saldo untuk semua rekening yang jumlah saldonya lebih dari Rp 1.000.000 dan diurutkan berdasarkan nomor rekening dengan kode berikut:
ü  SELECT nasabah.nama_nasabah, rekening.no_rekening, rekening.pin, rekening.saldo FROM rekening, nasabah, nasabah_has_rekening WHERE nasabah.id_nasabah=nasabah_has_rekening.id_rekeningFK AND rekening.no_rekening=nasabah_has_rekening.no_rekeningFK AND rekening.saldo > 1000000 ORDER BY rekening.no_rekening;
D1
  1. Tampilkan nomor rekening, pin dan saldo untuk semua rekening yang ada di Bank Rut Unit Klaten dengan saldo maksimal Rp 1.000.000 dan diurutkan berdasarkan nomor rekening dengan kode berikut:
ü  SELECT rekening.no_rekening, rekening.pin, rekening.saldo FROM rekening, cabang_bank WHERE cabang_bank.nama_cabang=’Bank Rut Unit Klaten’ AND rekening.kode_cabangFK=cabang_bank.kode_cabang AND rekening.saldo <= 1000000 ORDER BY rekening.no_rekening;
D2
  1. Tampilkan nama nasabah, nomor rekening, dan nama cabang bank untuk semua nasabah yang telah membuka rekening di suatu cabang bank dan diurutkan berdasarkan nama cabang bank dan nama nasabah dengan kode berikut:
ü  SELECT nasabah.nama_nasabah, rekening.no_rekening, cabang_bank.nama_cabang FROM nasabah, rekening, cabang_bank, nasabah_has_rekening WHERE cabang_bank.kode_cabang=rekening.kode_cabangFK AND nasabah_has_rekening.no_rekeningFK=rekening.no_rekeningFK AND nasabah.id_nasabah=nasabah_has_rekening.id_nasabahFK ORDER BY cabang_bank.nama_bank, nasabah.nama_nasabah;
D3
  1. Tampilkan nama nasabah dan alamat nasabah untuk semua nasabah yang memiliki rekening di Bank Rut Unit Yogyakarta dan diurutkan berdasarkan nama nasabah dengan kode berikut:
ü  SELECT nasabah.nama_nasabah, nasabah.alamat_nasabah FROM nasabah, rekening, cabang_bank, nasabah_has_rekening WHERE cabang_bank.nama_cabang=’Bank Rut Unit Yogyakarta’ AND cabang_bank.kode_cabang=rekening.kode_cabangFK AND nasabah_has_rekening.no_rekeningFK=rekening.no_rekening AND nasabah.id_nasabah=nasabah_has_rekening.id_nasabahFK ORDER BY nasabah.nama_nasabah;
D4
  1. Tampilkan nama nasabah, alamat nasabah, nomor rekening, serta saldo untuk semua nasabah dan semua rekening yang ada di database dan diurutkan berdasarkan nama nasabah dan nomor rekening dengan kode berikut:
ü  SELECT nasabah.nama_nasabah, nasabah.alamat_nasabah, rekening.no_rekening, rekening.saldo FROM nasabah, rekening, nasabah_has_rekening WHERE nasabah_has_rekening.no_rekeningFK=rekening.no_rekening AND nasabah.id_nasabah=nasabah.id_nasabahFK ORDER BY nasabah.nama_nasabah, rekening.no_rekening;
D5
  1. Analisa
Dari percobaan di atas dapat saya simpulkan bahwa kita dapat menampilkan data sesuai kebutuhan kita dengan menggunakan perintah yang tepat guna. Untuk menampilkan data dari dua tabel yang berbeda kita perlu melihat relasi apa yang terdapat di antara dua tabel tersebut. Dengan demikian kita bisa mengetahui atribut penghubungnya untuk kemudian diatur seperti pada percobaan.
Tugas
  1. Tampilkan nomor rekening, nama nasabah, jenis transaksi, dan jumlah transaksi di mana julah transaksi = Rp 20.000!
Jawab:
1
  1. Tampilkan nomor rekening, nama nasabah dan alamat nasabah di mana nama nasabah diawali dengan kata ‘Su’!
Jawab:
2
  1. Tampilkan nomor rekening dengan alias ‘Nomor Rekening’, nama nasabah dengan alias ‘Nama Nasabah’, jumlah transaksi dengan alias ‘Jumlah Transaksi’ di mana jenis transaksinya adalah debit! Urutkan berdasarkan nama nasabah!
Jawab:
3

MODUL 7

Tujuan
  1. Mahasiswa mampu menggunakan instruksi Create Table dan options-nya menggunakan PostgreSQL untuk membuat tabel-tabel basis data sesuai kebutuhan.
  2. Mahasiswa mampu memasukkan records ke dalam tabel-tabel basis data.
Dasar Teori
SELECT STATEMENTS digunakan untuk menentukan atau memilih data yang akan ditampilkan ketika melakukanquery terhadap basis data. Struktur select statements  di PostgreSQL adalah sebagai berikut:
SELECT [ALL] | DISTINCT [ON (expression) [, ...] ) ] ]
*| expression [ AS output_name ] [, ...]
[ FROM from_item [, ...] ]
[ WHERE condition ]
[ GROUP BY expression [, ...] ]
[ HAVING condition [, ...] ]
[ { UNION | INTERSECT | EXCEPT } [ ALL ] select ]
[ ORDER BY expression [ ASC | DESC | USING operator ] [, ...] ]
[ FOR UPDATE [ OF tablename [, ...] ] ]
[ LIMIT { count | ALL } ]
[ OFFSET start ]
Contoh SELECT:
  • Untuk melihat semua kolom dari suatu tabel:
SELECT* FROM nasabah;
  • Untuk melihat kolom (-kolom) tertentu:
SELECT nama_nasabah FROM nasabah;
SELECT id_nasabah, nama_nasabah FROM nasabah;
  • Secara umum:
SELECT FROM ;
v  Column Alias (AS)
  • AS digunakan untuk mengganti nama kolom pada tampilan SELECT.
Contoh:
-          SELECT nama_nasabah AS “Nama Nasabah” FROM nasabah;
-          SELECT nama_nasabah AS “Nasabah”, alamat_nasabah AS “Alamat Nasabah” FROM nasabah;
v  WHERE
  • Digunakan untuk membatasi hasil SELECT yang ditampilkan berdasarkan kondisi yang ditentukan.
Contoh:
-          SELECT nama_nasabah FROM nasabah WHERE nama_nasabah=’Ali Topan’ ;
-          SELECT nama_nasabah, alamat_nasabah FROM nasabah WHERE id_nasabah=2;
  • Bisa menggunakan >, <, < > (atau !=), >=, <=
  • Gunakan AND atau OR untuk lebih dari satu kondisi:
-          SELECT* FROM nasabah WHERE nama_nasabah = ‘Rina Marsudi’ AND alamat_nasabah = ‘Jl. Kusumanegara 30’;
-          SELECT* FROM nasabah WHERE nama_nasabah = ‘Ali Topan’ OR id_nasabah=2;
v  Pencarian NULL
  • Gunakan IS NULL untuk mencari NULL:
-          SELECT* FROM rekening WHERE kode_cabang IS NULL;
  • Gunakan IS NOT NULL untuk mencari yang tidak NULL:
-          SELECT* FROM rekening WHERE kode_cabang IS NOT NULL;
v  Pencarian String
  • Gunakan LIKE untuk mencari string tertentu:
-          SELECT* FROM nasabah WHERE nama_nasabah LIKE ‘Ali Topan’;
  • Bisa menggunakan %:
-          SELECT* FROM nasabah WHERE alamat_nasabah LIKE ‘%negara%’;
  • Bisa menggunakan _ untuk 1 huruf:
-          SELECT* FROM nasabah WHERE nama_nasabah LIKE ‘Ali T_p_n’;
  • Untuk pencarian yang case insensitive (tidak mempedulikan huruf besar atau kecil), gunakan ILIKE:
-          SELECT* FROM nasabah WHERE nama_nasabah ILIKE ‘%marsudi’;
v  ORDER BY
  • Digunakan untuk mengurutkan hasil SELECT.
  • Untuk mengurutkan dari kecil ke besar:
-          SELECT* FROM nasabah ORDER BY nama_nasabah;
  • Untuk mengurutkan dari besar ke kecil:
-          SELECT* FROM nasabah ORDER BY nama_nasabah DESC;
  • Perhatian: jika ada WHERE, maka ORDER BY ditaruh sesudah WHERE.
  • Untuk melakukan pengurutan lebih dari satu kolom, pisahkan dengan tanda koma:
-          SELECT* FROM nasabah_has_rekening ORDER BY no_rekening, id_nasabah;
  • Bisa menentukan DESC untuk kolom (-kolom) tertentu, misalnya:
-          SELECT* FROM nasabah_has_rekening ORDER BY no_rekening, id_nasabah DESC;
-          SELECT* FROM nasabah_has_rekening ORDER BY no_rekening DESC, id_nasabah;
v  LIMIT & OFFSET
  • Digunakan untuk membatasi jumlah baris yang ditampilkan dalam SELECT.
Contoh: Hanya menampilkan 3 baris pertama:
-          SELECT* FROM nasabah ORDER BY id_nasabah LIMIT 3;
Menampilkan 2 baris setelah melewati 2 baris pertama:
-          SELECT* FROM nasabah ORDER BY id_nasabah LIMIT 2 OFFSET 2;
  • Perhatian: penggunaan LIMIT sebaiknya selalu digunakan bersama dengan ORDER BY, sehingga urutan yang ditampilkan akan selalu konsisten.
  • LIMIT dan OFFSET sangat berguna dalam tampilan yang berbasis web (melalui web browser dengan menggunakan PHP atau JSP) agar tampilan data tidak terlalu besar dan bisa lebih rapi. Tampilan data yang banyak bisa diatur dan dibagi menjadi beberapa halaman (pages).
v  TABLE JOIN
Macam tabel join:
  • Cross Join
-          Menggabungkan semua record dari tabel pertama dengan semua record di tabel kedua.
-          Banyaknya record dari cross join = jumlah record tabel pertama x jumlah record tabel kedua.
Contoh:
ü  SELECT* FROM rekening CROSS JOIN cabang_bank;
  • Inner Join
-          Menggabungkan dua (atau lebih) tabel berdasarkan attribute penghubung.
-          Metode 1:
ü  SELECT* FROM rekening INNER JOIN cabang_bank USING(kode_cabang);
-          Metode 2:
ü  SELECT* FROM rekening INNER JOIN cabang_bank ON rekening.kode_cabang = cabang_bank.kode_cabang;
-          Metode 3:
ü  SELECT* FROM rekening NATURAL INNER JOIN cabang_bank;
-          Metode 4:
ü  SELECT* FROM rekening, cabang_bank WHERE rekening.kode_cabang = cabang_bank.kode_cabang;
-          Perhatian: untuk INNER JOIN, kita dapat menghilangkan kata ‘INNER’. Jadi, cukup dengan kata ‘JOIN’ saja.
-          Dengan metode 4, jika kolo yang ingin ditampilkan ada di lebih dari 2 tabel, maka harus menentukan tabel mana yang diinginkan.
Contoh:
ü  SELECT nasabah.id_nasabah, nama_nasabah, no_rekening FROM nasabah, nasabah_has_rekening WHERE nasabah.id_nasabah = nasabah_has_rekening.id_nasabah;
Table Alias
-          Untuk kemudahan penulisan SQL, kita bisa membuat table alias.
Contoh:
ü  SELECT* FROM nasabah A, nasabah_has_rekening B WHERE A.id_nasabah = B.id_nasabah;
ü  SELECT* FROM A.id_nasabah, nama_nasabah, no_rekening FROM nasabah A, nasabah_has_rekening B WHERE A.id_nasabah = B.id_nasabah;
Distinct
-          Dalam table join, kadang-kadang ada informasi yang berulang. Untuk menghilangkan pengulangan tersebut, gunakan DISTINCT.
Contoh:
ü  SELECT DISTINCT nama_nasabah, alamat_nasabah FROM nasabah NATURAL JOIN nasabah_has_rekening;
-          Perhatikan perbedaan dengan berikut:
ü  SELECT nama_nasabah, alamat_nasabah FROM nasabah NATURAL JOIN nasabah_has_rekening;
  • Right Outer Join
-          Menampilkan hasil join tabel pertama (sisi kiri) dengan tabel kedua (sisi kanan), serta semua record di tabel kedua (sisi kanan/right):
ü  SELECT* FROM rekening NATURAL RIGHT OUTER JOIN cabang_bank;
-          Ketiga metode pertama yang telah disebutkan untuk INNER JOIN juga berlaku untuk RIGHT OUTER JOIN, yaitu dengan menggunakan USING, ON, atau NATURAL.
  • Left Outer Join
-          Menampilkan hasil join tabel pertama (sisi kiri) dengan tabel kedua (sisi kanan), serta semua record di tabel pertama (sisi kiri/left):
ü  SELECT* FROM rekening NATURAL LEFT OUTER JOIN cabang_bank;
-          Ketiga metode yang telah disebutkan untuk RIGHT OUTER JOIN juga berlaku untuk LEFT OUTER JOIN, yaitu dengan menggunakan USING, ON, atau NATURAL.
  • Full Outer Join
-          Menampilkan hasil join tabel pertama dengan tabel kedua, serta semua record di tabel tersebut:
ü  SELECT* FROM rekening NATURAL FULL OUTER JOIN cabang_bank;
-          Ketiga metode yang telah disebutkan untuk LEFT/RIGHT OUTER JOIN juga berlaku untuk FULL OUTER JOIN, yaitu dengan menggunakan USING, ON, atau NATURAL.
  • Outer Join
-          Untuk LEFT OUTER JOIN, RIGHT OUTER JOIN, dan FULL OUTER JOIN, bisa menghilangkan kata ‘OUTER’. Jadi, cukup menggunakan LEFT JOIN, RIGHT JOIN, atau FULL JOIN saja.
v  Inner Join vs. Outer Join
  • Dalam Inner Join: yang ditampilkan hanyalah hasil dari table join yang berhasil, yaitu semua record yang berhubungan di kedua tabel yang digabungkan.
  • Dalam Outer Join: selain menampilkan hasil dari Inner Join, Outer Join juga menampilkan semua recordyang tidak berhubungan di kedua tabel yang digabungkan.
v  Multiple Joins
  • Untuk lebih dari 2 tabel, tinggal diteruskan saja JOINnya. Misalnya:
-          SELECT* FROM nasabah NATURAL JOIN nasabah_has_rekening NATURAL JOIN rekening;
  • Cara lain:
-          SELECT* FROM nasabah A, nasabah_has_rekening B, rekening C where A.id_nasabah = B.id_nasabah AND B.no_rekening = C.no_rekening;
  • Jika melakukan multiple join (lebih dari 2 tabel), harus memperhatikan urutan join. Urutan table join perlu mengikuti alur relationship yang tertera di ER Diagram.
  • Oleh karena itu, sebaiknya menggunakan ER Diagram agar bisa menghasilkan table join yang benar.
  1. Alat dan Bahan
  2. Komputer dengan sistem operasi Windows 7.
  3. Program aplikasi PostgreSQL.
  4. Modul Praktikum Sistem Basis Data.
Langkah Kerja
  1. Jalankan program PostgreSQL dan melakukan perintah sampi terhubung dengan database yang dibuat pada modul 4 yaitu Perbankan.
  2. Tampilkan nama bank dan alamat bank untuk semua cabang bank dan diurutkan berdasarkan nama bank dengan kode berikut:
ü  SELECT nama_cabang, alamat_cabang FROM cabang_bank ORDER BY nama_cabang;
D2
  1. Tampilkan nomor rekening, pin dan jumlah saldo untuk semua rekening dan diurutkan berdasarkan jumlah saldo dari yang paling besar ke yang paling kecil dengan kode berikut:
ü  SELECT no_rekening, pin, saldo FROM rekening ORDER BY saldo DESC;
D3
  1. Tampilkan nomor rekening, nama nasabah, dan alamat nasabah dari semua nasabah yang memiliki rekening dan diurutkan berdasarkan nama nasabah dengan kode berikut:
ü  SELECT rekening.no_rekening, nasabah.nama_nasabah, nasabah.alamat_nasabah FROM rekening, nasabah, nasabah_has_rekening WHERE nasabah.id_nasabah = nasabah_has_rekening.id_nasabahFK AND rekening.no_rekening = nasabah_has_rekening.no_rekeningFK ORDER BY nasabah.nama_nasabah;
D4
  1. Tampilkan nomor rekening, nama nasabah, dan jumlah saldo untuk semua rekening yang dimiliki oleh nasabah dan diurutkan berdasarkan nama nasabah dengan kode berikut:
ü  SELECT rekening.no_rekening, nasabah.nama_nasabah, rekening.saldo FROM rekening, nasabah, nasabah_has_rekening WHERE nasabah.id_nasabah = nasabah_has_rekening.id_nasabahFK AND rekening.no_rekening = nasabah_has_rekening.no_rekeningFK ORDER BY nasabah.nama_nasabah;
D5
  1. Analisa
Dari percobaan di atas dapat saya simpulkan bahwa kita dapat menampilkan data sesuai kebutuhan kita dengan menggunakan perintah yang tepat guna. Untuk menampilkan data dari dua tabel yang berbeda kita perlu melihat relasi apa yang terdapat di antara dua tabel tersebut. Dengan demikian kita bisa mengetahui atribut penghubungnya untuk kemudian diatur seperti pada percobaan.
Tugas
  1. Tampilkan nama nasabah, alamat nasabah, jenis transaksi dan jumlah transaksi di mana jenis transaksinya adalah kredit dan diurutkan berdasarkan nama nasabah!
Jawab:
1
  1. Tampilkan nomor rekening, nama nasabah, jenis transaksi dan jumlah transaksi yang melakukan transaksi pada tanggal 21 November 2009 dan diurutkan berdasarkan nama nasabah!
Jawab:
2

MODUL 6

Tujuan
Mahasiswa mampu membuat struktur tabel-tabel basis data berdasarkan perancangan di modul 4 dan mengimplementasikan tabel-tabel tersebut di basis data.
Dasar Teori
Basis data dapat diimplementasikan berdasarkan E-R diagram yang telah dibuat. Implementasi database bisa:
  1. Secara manual (dengan perintah SQL ‘CREATE TABLE’)
  2. Secara semi-manual dengan bantuan client berbasis GUI (MySQL Front, PgAccess, phpPgAdmin, dst.)
  3. Secara otomatis dengan CASE Tools (DBDesigner)
  • Pengenalan PostgreSQL
PostgreSQL adalah sebuah object-relational database management system (ORDBMS), bersifat open source, mendukung standar SQL92 dan SQL99 serta mendukung bahasa pemrograman C, C++, Java, Tcl, Perl, Python, PHP, dst.
Fitur penting PostgreSQL: InheritanceData typesFunctionsConstraints, Triggers, Rules, dan Transactional Integrity.
Arsitektur PostgreSQL berbasis Client-Server. Backend Software untuk database server (server-side) adalah Postmaster.
Frontend software (client-side):
  • Psql (disediakan dalam paket PostgreSQL)
  • Client berbasis GUI (PgAdmin, PgAccess, ApplixWare)
  • Buat aplikasi sendiri (C, C++, Java, PHP, dsb.)
Beberapa URL untuk PostgreSQL:
  1. Membuat semua tabel yang paling utama (yang tidak memiliki FK).
  2. Membuat semua tabel yang berhubungan langsung (atau memiliki relationship) dengan tabel yang dibuat di tahap sebelumnya. Mulailah secara urut dari tabel dengan jumlah FK yang paling ssedikit ke ang paling banyak.
  3. Ulangi tahap 2 sampai semua tabel selesai dibuat.
  • Implementasi Manual
Contoh untuk menetukan Primary Key (PK):
  • CREATE TABLE dosen (nip INTEGER PRIMARY KEY, nama_dosen VARCHAR(45), alamat_dosen VARCHAR(255));
Contoh untuk menentukan Foreign Key (FK):
  • CREATE TABLE mahasiswa (nim INTEGER PRIMARY KEY, nip INTEGER REFERENCES dosen(nip), nama_mhs VARCHAR(45), alamat_mhs VARCHAR(255));
  • Referential Integrity
  1. Integritas databse mengacu pada hubungan antar tabel melalui Foreign Key yang bersangkutan.
  2. Pada insert, record  harus dimasukkan di tabel utama dahulu, kemudian baru di tabel kedua.
  3. Pada delete, record harus dihapus di tabel kedua dahulu, kemudian baru di tabel utama.
  4. Secara default, PostgreSQL akan menolak insert atau delete yang melanggar integritas database.
  • Insert Table
  1. Perintah SQL untuk memasukkan data di tabel untuk semua kolom:
INSERT INTO
VALUES (, …);
  1. Untuk memasukkan data pada kolom-kolom tertentu:
INSERT INTO (, …)
VALUES (, …);
  • Tahap Insert Table
  1. Tahap insert table mengikuti tahap pembuatan tabel
  2. Tahap 1: Lakukan insert pada semua tabel yang paling utama (yang tidak memiliki FK).
  3. Tahap 2: Lakukan insert pada semua tabel yang langsung berhubungan dengan tabel yang di-insert di tahap sebelumnya, secara urut dari tabel dengan jumlah FK yang paling sedikit ke yang paling banyak.
  4. Tahap 3: ulangi tahap 2 sampai semua insert selesai dilakukan.
  • Tahap Delete Table
  1. Untuk menjaga integritas database, maka tahap untuk melakukan delete table adalah kebalikan dari tahapinsert table.
  2. Secara default, PostgerSQL akan menolak delete yang melanggar integritas database. Dengan kata lain,record di tabel utama tidak akan dihapus jika masih ada record di tabel kedua yang berhubungan denganrecord utama tersebut.
Advanced Create Table Options:
  • Default
Untuk menentukan nilai default kolom jika tidak ada data yang di-insert untuk kolo itu:
-          CREATE TABLE mahasiswa (nim integer PRIMARY KEY, nama_mhs VARCHAR(45), fakultas VARCHAR(5) DEFAULT ‘FKI’:
Contoh insert:
-          INSERT INTO mahasiswa (nim, nam_mhs) VALUES (1, ‘Ali Topan’);
  • Not Null
Untuk membatasi agar nilai kolom tidak boleh NULL:
-          CREATE TABLE ruang (kode_ruang VARCHAR(20) PRIMARY KEY, lokasi_ruang VARCHAR(255) NOT NULL, kapasitas_ruang INTEGER NOT NULL);
Jika kolom ditentukan NOT NULL, maka insert harus memasukkan nilai untuk kolom tersebut. Bisa menggunakan DEFAULT sehingga nilai kolom ditambahkan secara otomatis.
Pengertian NULL
Khusus untuk tipe string (varchar atau char), NULL tidak sama dengan kosong. Jika nilai kolom adalah NULL, artinya nilai tidak diketahui atau nilai tidak ada sama sekali. Jika nilaikolom adalah kosong, artinya kolom tersebut memang diketahui nilainya (ada nilainya), yaitu nilai kosong (empty string).
Contoh:
-          CREATE TABLE test (kode INTEGER PRIMARY KEY, nama VARCHAR(20));
-          INSERT INTO test (kode) VALUES (1);
-          INSERT INTO test VALUES (2, ‘ ’);
Perhatikan hasil berikut:
-          SELECT* FROM test WHERE nama IS NULL;
-          SELECT* FROM test WHERE nama = ‘ ‘;
  • Unique
Untuk memastikan bahwa nilai kolom unik:
-          CREATE TABLE mata_kulaih (kode_mk INTEGER PRIMARY KEY, nama_mk VARCHAR(45) UNIQUE);
Untuk multikolom yang unik:
-          CREATE TABLE dosen (nip INTEGER PRIMARY KEY, nama_dosen VARCHAR(45), alamat_dosen VARCHAR(255), UNIQUE (nama_dosen, alamat_dosen));
  • Check
Untuk membatasi nilai kolom, misalnya:
-          CREATE TABLE produk (kode_produk INTEGER PRIMARY KEY, nama_produk VARCHAR(45), harga INTEGER, CHECK (harga <= 100000 AND kode_produk > 100));
Check di atas membatasi bahwa harga harus maksimal Rp 100000, dan kode_produk harus di atas 100.
Penentuan Referential Integrity
Contoh:
-          CREATE TABLE pemasok (kode_pemasok INTEGER PRIMARY KEY, nama_pemasok VARCHAR(45), kode_produk INTEGER REFERENCES produk ON DELETE CASCADE ON UPDATE CASCADE);
Untuk contoh di atas, jika ada update atau delete di tabel utama, maka tabel kedua secara otomatis disesuaikan.
Macam action:
o   NO ACTION atau RESTRICT: update atau delete tidak dilakukan. Ini merupakan pilihan default.
o   CASCADE: nilai kolom di tabel kedua disesuaikan dengan nilai kolom di tabel utama.
o   SET NULL: nilai kolom di tabel kedua dijadikan NULL.
o   SET DEFAULT: nilai kolom di tabel kedua dijadikan nilai DEFAULT (nilai DEFAULT harus ditentukan pada waktu pembuatan tabel).
  • Autoincrement
Untuk fitur autoincrement, gunakan “serial”:
-          CREATE TABLE nasabah (id_nasabah SERIAL PRIMARY KEY, nama_nasabah VARCHAR(45));
Untuk contoh di atas, id_nasabah tidak perlu di-insert, karena database secara otomatis akan menambahkannya secara urut. Kita cukup hanya memasukkan nam_nasabah saja:
-          INSERT INTO nasabah (nama_nasabah) VALUES (‘Ali Topan’);
Serial hanya bisa dari 1 sampai 232. Jika tidak cukup, gunakan bigserial yang bisa dari 1 sampai 264. Penghapusan record tidak akan mempengaruhi urutan untuk serial dan bigserial. Nilai untuk kolom yang menggunakan serial/bigserial akan selalu bertambah 1, tidak akan pernah kembali mundur. Misalnya:
-          DELETE FROM nasabah WHERE id_nasabah=1;
-          INSERT INTO nasabah (nama_nasabah) VALUES (‘Ali Topan’);
-          Perhatikan id_nasabah: SELECT* FROM nasabah;
Alat dan Bahan
  1. Komputer dengan sistem operasi Windows 7.
  2. Program aplikasi PostgreSQL 9.3
  3. Modul Praktikum Sistem Basis Data.
Langkah Kerja
  1. Jalankan pgAdmin III pada PostgreSQL 9.3, caranya dengan membuka Start > All Programs > PostgreSQL 9.3 > pgAdmin III.
E1
  1. Pada tab object browser (sebelah kiri), double klik pada PostgreSQL 9.3 (localhost:5432), kemudian klik kanan pada Databases > New Database, beri nama pada kolom nama, karena ingin membuat database bank, maka beri nama bank, misal “Perbankan”, kemudian klik OK
E2
3. Pada tab properties, klik pada Perbankan, lalu pilih ikon gambar puzzle warna kuning dan hijau) lalu pilih PSQL Console.
4. Membuat table nasabah, cabang_bank, rekening, transaksi, dan nasabah_has_rekening dengan perintah create table.
D4
  1. Mengecek hasil pembuatan tabel dengan menggunakan perintah \dt.
D5
  1. Memasukkan record-record ke dalam tabel yang telah dibuat dengan perintah insert into.
D6
  1. Melihat hasil record yang telah dimasukkan dengan perintah select* from.
  • Tabel nasabah:
D7A
  • Tabel cabang_bank:
D7B
  • Tabel rekening:
D7C
  • Tabel nasabah_has_rekening:
D7D
  • Tabel transaksi:
D7E
Tugas
Implementasikan hasil rancangan database pada tudas modul 4 ke dalam program pgAdmin III. Masukkan beberapa record ke setiap tabel dalam database yang telah Anda buat. Print out hasil implementasi rancangan tersebut dan analisa hasilnya.
Langkah-langkah implementasi:
Database Universitas:
  1. Menjalankan pgAdmin III pada PostgreSQL 9.3, caranya dengan membuka Start > All Programs > PostgreSQL 9.3 > pgAdmin III.
E1
  1. Pada tab object browser (sebelah kiri), double klik pada PostgreSQL 9.3 (localhost:5432), kemudian klik kanan pada Databases > New Database, beri nama pada kolom nama, karena ingin membuat database universitas, maka beri nama misal “Universitas”, kemudian klik OK.
E2
  1. Pada tab properties, klik pada Universitas, lalu pilih ikon gambar puzzle warna kuning dan hijau) lalu pilih PSQL Console.
  2. Membuat table mahasiswa, dosen, mata_kuliah, ruang_kelas, dan mhs_has_mk dengan menggunakan perintah create table.
E4
  1. Memeriksa hasil pembuatan tabel dengan perintah \dt.
E5
  1. Memasukkan record-record ke dalam semua tabel yang telah dibuat dengan perintah insert into.
E6
  1. Melihat isi record yang telah dimasukkan dengan perintah select* from.
  • Tabel mahasiswa:
E7A
  • Tabel dosen:
E7B
  • Tabel mata_kuliah:
E7C
  • Tabel ruang_kelas:
E7D
  • Tabel mhs_has_mk:
E7E
Database Mirai:
  1. Menjalankan pgAdmin III pada PostgreSQL 9.3, caranya dengan membuka Start > All Programs > PostgreSQL 9.3 > pgAdmin III.
1
  1. Pada tab object browser (sebelah kiri), double klik pada PostgreSQL 9.3 (localhost:5432), kemudian klik kanan pada Databases > New Database, beri nama pada kolom nama, karena ingin membuat database tempat kursus Mirai, maka beri nama “Mirai”, kemudian klik OK.
2
  1. Pada tab properties, klik pada Mirai, lalu pilih ikon gambar puzzle warna kuning dan hijau) lalu pilih  PSQL Console.
  2. Membuat tabel tentor, siswa, mapel, jadwal, siswa_has_mapel, dan siswa_has_jadwal dengan perintah create table.
4
  1. Melihat hasil pembuatan tabel dengan perintah \dt.
5
  1. Memasukkan record-record ke dalam masing-masing tabel dengan perintah insert into.
6
  1. Melihat hasil record yang dimasukkan pada tabel dengan perintah select* from.
  • Tabel tentor:
7a
  • Tabel siswa:
7b
  • Tabel mapel:
7c
  • Tabel jadwal:
7d
  • Tabel siswa_has_mapel:
7e
  • Tabel siswa_has_jadwal:
7f